Kematangan Emosi

Teori Kematangan Emosi

Pengertian Kematangan Emosi
Kematangan emosi diawali dengan pengertian emosi menurut Kamus Besar Psikologi Chaplin, (2001) mendefinisikan emosi sebagai suatu keadaan yang terangsang dari organisme mencakup perubahan-perubahan yang disadari, yang mendalam sifatnya dari perubahan perilaku. Mappiare menyebutkan bahwa kematangan emosi sangat penting dalam keutuhan rumah tangga, dengang memiliki emosi yang matang dapat membina hubungan yang harmonis, menyesuaikan dengan pasangan, mencegah dan menyelesaikan konflik (1983).Menurut Santrock, (1996) kematangan (maturation) adalah urutan perubahan teratur yang ditentukan oleh cetak biru genetik yang kita punyai. Berdasarkan pengertian para ahli dapat disimpulkan bahwa kematangan emosi adalah suatu perasaan yang merangsang perubahan fisiologis dan psikologis merubah suatu keadaan  yang menyebabkan timbulnya suatu perilaku berdasarkan pada pertimbangan yang teratur.
Hurlock menyatakan bahwa kematangan emosi adalah bahwa individu menilai situasi secara kritis terlebih dahulu sebelum bereaksi secara emosional, tidak lagi bereaksi tanpa berpikir sebelumnya seperti anak-anak atau orang yang tidak matang (1990)Selain itu Yusuf (2010) mengatakan bahwa kematangan emosi sangat dipengaruhi oleh kondisi sosio-emosional lingkungannya, apabila lingkungan tersebut kondusif dalam arti harmonis, saling mempercayai, menghargai cenderung dapat mencapai kematangan emosi.
Menurut Murray (1992) individu yang memiliki banyak pengalaman atau usia yang dewasa belum tentu memiliki kematangan emosi.
Berdasarkan pengertian dari beberapa para ahli dapat disimpulkan bahwa kematangan emosi adalah integrasi antara proses biologis, proses belajar, kondisi sosio-emosional lingkunganya untuk menilai situasi secara kritis  yang akan mengekspresikan perasaan  dengan yakin dan berani diimbangi dengan berbagai pertimbangan.

Faktor-Faktor Kematangan Emosi
Menurut Hurlock, (1999) faktor-faktor yang mempengaruhi kematangan emosi adalah:
a.       Memperoleh gambaran tentang situasi yang dapat menimbulkan reaksi emosional. Cara yang dilakukan adalah membicarakan masalah pribadi kepada orang lain, keterbukaan karena perasaan dan masalah pribadi dipengaruhi sebagian oleh rasa aman dalam hubungan sosial.
b.      Katarsis emosi yaitu menyalurkan emosinya, dengan cara latihan fisik yang berat, bermain atau bekerja, tertawa atau menangis.

Karakteristik Kematangan Emosi
Karakteristik kematangan emosi menurut Murray (1992) yaitu:
a.       Kemampuan memberi dan menerima cinta
Individu yang matang mampu menunjukkan rasa kasih sayang dan menerima cinta dari orang-orang yang disayangi. Individu yang tidak matang tidak peduli dengan cinta dan kasih sayang juga sulit untuk menunjukkan dan menerima cinta.
b.      Kemampuan untuk menghadapi kenyataan
Individu yang belum matang tidak mampu menghadapi kenyataan yang terjadi dalam kehidupan. Menghadapi kenyataan dengan semangat merupakan ciri individu yang matang. Tingkat kematangan individu dapat dilihat dari bagaimana menghadapi masalah atau menghindar dari masalah.
c.       Senang untuk memberi
Individu yang matang memberikan kebutuhan orang lain seperti pekerjaan, uang, waktu atau meningkatkan kualitas hidup orang-orang yang dicintai. Sedangkan individu yang tidak matang mau memberi tetapi tidak mau menerima atau mau menerima tetapi tidak mau memberi.
d.      Kemampuan menilai secara positif pengalaman hidup
Individu yang matang belajar dari pengalaman, dan ketika individu menilai pengalaman secara positif maka ia akan bahagia dan menikmati kehidupanya.
e.       Mampu belajar dari pengalaman
Kemampuan untuk menghadapi kenyataan dan menilai secara positif pengalaman hidup berasal dari kemampuan untuk belajar dari pengalaman. Individu yang tidak matang tidak belajar dari pengalaman, baik pengalaman positif maupun negatif.
f.       Mampu menghadapi frustrasi
Individu yang matang mampu menggunakan strategi lain untuk menyelesaikan masalah. Sedangkan individu yang tidak matang mengeluhkan keadaan yang terjadi.
g.      Mampu untuk mengendalikan permusuhan
Ketika mengalami frustrasi, individu  mencari kesalahan orang lain untuk disalahkan. Sedangkan individu yang matang mencari solusi untuk menyelesaikan masalah, tidak dengan menyalahkan orang lain.
h.      Bebas dari gejala kecemasan
Individu yang tidak matang  merasa tidak dicintai, menghindar dari kenyataan, pesimis tentang kehidupan, mudah marah, menyalahkan orang lain ketika frustasi, menyebabkan mereka terus-menerus merasa cemas. Individu yang matang menjalani hidupnya dengan santai dan yakin dengan kemampuanya untuk mendapatkan yang diinginkanya.
Mappiare menyatakan bahwa kematangan emosional mempunyai pengaruh besar bagi kekokohan dalam rumah tangga (1983). Kematangan emosi yang diperlukan bagi kokohnya rumah tangga yaitu:
a.       Kasih sayang adalah individu memiliki rasa kasih sayang yang dalam dan diwujudkan dengan sesuai kepada pasangan.
b.      Emosi terkendali adalah individu dapat mengontrol perasaannya dengan pasangannya, tidak melakukan perbuatan yang menyakitkan pada pasanganya seperti marah, dan cemburu.
c.       Berlapang dada adalah individu menerima kritik dan saran dari pasangan mengenai kekurangan untuk belajar lebih baik dan kepuasan pasangan.
d.  Emosi terarah adalah individu mampu mengendalikan emosinya dengan tenang, megarahkan ketidakpuasan dengan benar dan menyelesaikan konflik secara kreatif dan konstruktif. 
Aspek kematangan emosi menurut Yusuf (2010) terdiri dari komponen yaitu:
a.       Adekuasi emosi meliputi cinta kasih, simpati, alturis (senang menolong orang lain), respek (sikap hormat atau menghargai orang lain), dan ramah.
b.   Mengendalikan emosi yang meliputi tidak mudah tersinggung, tidak agresif, bersikap optimis, tidak pesimis (putus asa), dan dapat menghadapi frustrasi secara wajar.
Dalam penelitian ini pengukuran kematangan emosi disusun berdasarkan aspek kematangan emosi menurut Murray (1992) yang akan dituangkan dalam bentuk skala yang mengungkapkan kemampuan memberi dan menerima cinta, kemampuan untuk menghadapi kenyataan, senang untuk memberi, kemampuan menilai secara positif pengalaman hidup, mampu belajar dari pengalaman, mampu menghadapi frustrasi, mampu untuk mengendalikan permusuhan, bebas dari gejala kecemasan

Referensi:
Jika membutuhkan informasi mengenai sumber referensi pada artikel diatas, silahkan E-mail ke: Niki.albangkalisi@gmail.com 
Kontributor artikel: Elise Citrawati


Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Kematangan Emosi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel